Jangan Sembarang Menvonis Seseorang Tidak Mendapatkan Rahmat dan Ampunan Allah

Jangan memvonis seseorang yang masih hidup itu pasti tidak akan mendapatkan Rahmat dan Ampunan Allah selama-lamanya.

Dari Jundab Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shollallahu Alaihi Wasallam menceritakan bahwa seorang laki-laki berkata: Demi Allah, Allah tidak akan mengampuni fulaan. Allah Taala berfirman: Siapakah yang bersumpah atas NamaKu bahwa Aku tidak akan mengampuni fulaan, sesungguhnya Aku telah mengampuni fulaan dan aku batalkan (hapus) amalanmu. (H.R Muslim).

Tidak boleh seseorang memvonis fulaan tidak akan diampuni Allah jika ia telah meninggal dalam keadaan secara dzhahir Muslim meski banyak dosa-dosa yang dilakukannya di dunia, selama ia tidak pernah berbuat kesyirikan akbar. Masih ada kemungkinan Allah ampuni dia.

Atau seorang yang masih hidup kemudian kita lihat banyak berbuat dosa, hingga dikatakan:

“Engkau tidak akan diampuni Allah selama-lamanya.” Ini adalah perbuatan yang harus dijauhi. Hanya Allah saja Yang Maha Tahu akhir kehidupan seseorang dan Dialah yang akan mengampuni siapa saja yang dikehendakinya.

Namun, harus dibedakan antara Membantah penyimpangan/kesesatan dengan Memvonis kehidupan seseorang di akhirat.

Menyebutkan penyimpangan seseorang dengan dalil dan hujjah kokoh agar kesesatannya tidak diikuti adalah bagian dari kasih sayang terhadap orang itu hingga tidak akan semakin banyak dosa yang dilimpahkan kepada dia karena banyaknya orang sesat yang mengikutinya, juga kasih sayang kepada kaum muslimin agar tidak jatuh dalam kesesatan.

Tauhid, Anugerah yang Tak Tergantikan

Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah.

Artikel Pusat Buku Sunnah.

Dapatkan buku-buku yang lain yang membahas tentang Nasehat & Motivasi diantaranya :

Akhmad Danardi

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *