Suami Yang Selingkuh, Apakah Boleh Meminta Cerai?

Tanya:

Assalamu’alaikum warahmatullohi wabarokatuh.

Ustadz saya punya suami yg suka selingkuh bagaimana cara mengingatkannya berulangkali saya membaca sms selingkuhannya di HP-nya. Tetapi kalau saya tanya suami tdk pernah mau mengaku. Selingkuhannya ganti ganti kalau yg satu sdh ketahuan terus ganti yg lain. Meskipun kadar selingkuhnya cuman SMS-an, namun dulu pernah sering ketemuan di rumah makan bahkan sering memberikan uang. Apakah kalau saya menuntut cerai itu dosa. Karena selama ini suami saya masih memenuhi kewajiban memberi nafkah lahir&batin. Haruskah saya diam saja dg kelakuan suami saya itu. Kalau saya mendiamkan apa saya berdosa. Wassalam mohon jawabannya ustadz.

Jawab:

Waalaikumussalam warohmatulloh.

Semoga Allah memperbaiki hubungan ibu dg suami, aamiin.

1.Jika ibu melihat suami melakukan kemaksiatan, maka wajib mengingkari semampunya, dan dg cara sehalus&sebaik mungkin. Mjd berdosa ketika ibu melihat kemungkaran, namun ibu memdiamkannya tanpa mengingatkannya. Kewajiban ibu hny mengingatkan dg sehalus&sebaik mungkin. Adapun hasilnya, didengar atau tidak, maka ini di tangan Allah. Ketika ibu sdh mengingatkan, berarti tlh gugur kewajiban dr pundak ibu.

2.Bolehkah meminta cerai kpd suami yg keadaannya seperti dlm pertanyaan?

Pertama: harus dipastikan, apakah memang suami berselingkuh sampai pd taraf perzinaan? Apakah tdk mungkin diobati dg memperbaiki penampilan ibu, atau meningkatkan kualitas kehidupan ranjang, atau dg menasehatinya?

Jika jawabannya ya, maka tidak mengapa meminta cerai kepadanya, atau jika menolak, meminta khulu’ kpd hakim, agar suami menceraikannya.

Perlu digaris bawahi, hukum boleh meminta cerai ini, bkn berarti dianjurkan/diwajibkan meminta cerai. Krn hal itu kembali pd timbangan maslahat&mafsadah yg ditimbulkan oleh perceraian yg akan ibu alami. Sehingga perlu menimbang dg arif dan hati-hati keputusan meminta cerai/khulu’.

3.Scr garis besar, bahwa pd asalnya seorang isteri tdk boleh meminta cerai kpd suaminya kecuali dg alasan yg dibolehkan syariat. Tanpa adanya alasan tersebut, meminta merupakan dosa besar.

Musyaffa Ad Dariny Lc, MA

Artikel Pusat Buku Sunnah.

Dapatkan buku-buku yang lain yang membahas tentang Rumah Tangga diantaranya :

Akhmad Danardi

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *