Allah Ta’ala memiliki nama-nama yang baik dan indah (asma’ul husna), yang ditetapkan sendiri oleh-Nya, dikabarkan Rasul-Nya, dan diimani oleh semua orang beriman. Banyak keutamaan dari asma’ul husna, di antaranya kita diperintahkan untuk berdoa kepada Allah dengan perantara (wasilah) asma’ul husna tersebut. Termasuk memohon kesembuhan dari semua penyakit kepada Allah dengan wasilah asma’ul husna, baik penyakit jasmani maupun penyakit rohani. Ibnu At-Tin berkata, “Ruqyah dengan al-mu’awwidzat dan asma’ul husna merupakan obat rohani. Apabila terucap dari seseorang yang shalih, niscaya akan mendapatkan kesembuhan dengan izin Allah.”
Buku ini menjabarkan keajaiban asma’ul husna untuk penyembuhan beragam penyakit. Di dalamnya memuat doa-doa memohon kesembuhan dengan wasilah asma’ul husna. Doa-doa yang berdasarkan hadits shahih yang bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Sehingga Anda tidak perlu ragu dalam mengamalkannya. Doa yang telah terbukti berhasil menyembuhkan beragam penyakit. Dalam buku ini juga dibahas tentang metode pengobatan Nabi lainnya, juga adab dan keutamaan sakit, pengobatan yang dilarang, dan hal-hal yang berkaitan dengan pengobatan lainnya. Selamat membaca!
LA TAHZAN FOR THE SICK – FAHRUR MU’IS – PENERBIT AISAR
Penulis : FAHRUR MUIS
Penerbit : AISAR
ISBN : 978 602 14300 5 7
Ukuran : 12,5 x 19cm
Tebal : 110 halaman
Banyak orang sakit yang merasa gelisah. Kata-kata yang keluar dari bibirnya penuh keluh kesah, Tatapan matanya kosong tanpa arah, Hatinya remuk redam dan sikapnya serba salah.
Akan tetapi, tak sedikit orang sakit yang senyumnya selalu merekah. Sakit baginya adalah nasihat yang menggugah. Jengukan para kerabat dan sahabat adalah penguat ukhuwah.
Tulisan ini mengajak Anda menikmati masa sakit dengan bahagia karena, ia adalah rahmat Allah yang tiada terkira. Andai manusia tahu, niscaya mereka juga ingin merasakannya.
Buku ini juga di lengkapi :
Rahasia Nabi Menjaga kesehatan
Ibadah-Ibadah Yang Menyehatkan
Bahagia Saat Sakit
Menjemput Pertolongan Allah
Nasihat Bagi Yang Sakit
Fikih Shalat Saat Sakit
Doa dan Zikir Saat Sakit
Tak berlebihan kiranya jika buku ini menjadi bacaan wajib bagi orang sakit dan hidangan lezat bagi orang sehat.
DAFTAR ISI LA TAHZAN FOR THE SICK – FAHRUR MU’IS – PENERBIT AISAR
Daftar Isi …………………………………………………………………iii
Mukadimah ……………………………………………………………..ix
Bab 1
Mengenali Jenis Penyakit dan Obatnya …………………… 1
Penyakit Hati ……………………………………………………………. 2
Penyakit Jasmani ……………………………………………………… 3
Pengobatan Mandiri…………………………………………………. 3
Setiap Penyakit Ada Obatnya ……………………………………. 4
Terapi Preventif Ala Nabi ………………………………………….. 5
Bab 2
Rahasia Nabi dalam Menjaga Kesehatan ………………… 7
Metode Pencegahan …………………………………………………. 7
Menjaga kebersihan …………………………………………… 7
Menetapkan aturan makan dan minum ……………. 11
Berolahraga ……………………………………………………… 12
Menghindari hal-hal yang kotor ……………………….. 13
Menghindari penularan penyakit ……………………… 14
Menghindari kebiasaan buruk ………………………….. 15
Metode Penyembuhan ……………………………………………. 15
Bab 3
Ibadah-Ibadah yang Menyehatkan ……………………………… 19
Bersuci …………………………………………………………………… 20
Mengamalkan Sunah Fitrah ……………………………………. 22
Cuci Tangan……………………………………………………………. 24
Bersiwak ………………………………………………………………… 25
Wudhu …………………………………………………………………… 27
Mandi ……………………………………………………………………. 29
Shalat Tahajud ……………………………………………………….. 31
Shalat Subuh ………………………………………………………….. 35
Puasa …………………………………………………………………….. 36
Bab 4
LA TAHZAN FOR THE SICK …………………………………… 41
Penghapus dosa ………………………………………………. 44
Agar istiqamah dan kembali ke jalan Allah ………… 45
Allah mencintai orang yang sakit ……………………… 46
Mendapatkan pahala amal shalih yang biasa dilakukan ketika sehat ……………………………………… 47
Pahala pada hari kiamat bertambah………………….. 48
Sebagai sarana masuk surga ……………………………… 49
Sarana mencapai tingkatan yang tinggi di surga … 50
Bab 5
Memohon Pertolongan Allah ………………………………… 53
Bersabar ………………………………………………………………… 53
Cara terbaik untuk bersabar ……………………………………. 55
Obat mujarab menenangkan hati ……………………………. 55
Menegakkan Shalat ………………………………………………… 56
Bagaimana Anda shalat ………………………………………….. 58
Berikhtiar ………………………………………………………………. 60
Jangan Lupa Berdoa ……………………………………………….. 61
Bab 6
Nasihat Bagi yang Sehat ………………………………………… 65
Kewajiban Anda terhadap saudara yang sakit ………….. 65
Menjaga lebih baik daripada mengobati ………………….. 67
Tips hidup sehat …………………………………………………….. 69
10 Kiat Hidup Sehat Tanpa Obat ……………………………… 73
Bab 7
Shalat, Doa, dan Zikir Ketika Sakit ………………………… 83
Shalat Ketika Sakit ………………………………………………….. 83
Cara bersuci …………………………………………………………… 83
Kesucian pakaian dan tempat …………………………………. 84
Waktu shalat …………………………………………………………… 84
Menjamak shalat ……………………………………………………. 84
Cara shalat ……………………………………………………………… 85
Persoalan-persoalan berkenaan shalat ketika sakit ….. 86
Zikir Ketika Sakit …………………………………………………….. 87
Tasbih ……………………………………………………………………. 88
Tahlil ……………………………………………………………………… 88
Istighfar …………………………………………………………………. 89
Zikir pagi dan sore ………………………………………………….. 90
Zikir bangun tidur ………………………………………………….. 96
Zikir sebelum tidur …………………………………………………. 96
Doa Ketika Sakit ……………………………………………………… 99
Doa bagi orang yang tertimpa musibah …………………… 99
Doa tertimpa sesuatu yang tidak disenangi ……………… 99
Doa saat mengalami kesulitan ………………………………. 100
Doa bagi orang sakit yang tidak ada lagi harapan untuk hidup ………. 100
Doa meminta kesehatan ……………………………………….. 101
Doa ketika merasakan sakit di badan …………………….. 101
Sungguh, seorang hamba sangat membutuhkan kesabaran dalam semua sisinya, karena kehidupan di dunia tidak akan terlepas dari dua keadaan:
Pertama, Nikmat yang Allah Subhanahu wa Ta’ala limpahkan kepada hamba-Nya, baik secara nampak ataupun tidak, kala itu dia sangat membutuhkan kesabaran, sehingga tidak tenggelam di dalamnya, artinya dia bisa menjaga kewajiban, dan memberikan nikmat itu kepada yang berhak mendapatkannya.
Kedua, Musibah yang menimpa seorang hamba, seperti kekasih yang hilang, ataupun harta yang lenyap. Kala itu dia amat membutuhkan kesabaran, sehingga tidak putus asa.
Demikianlah kesabaran, ia merupakan kebutuhan secara manusiawi juga dalam pandangan hukum Islam, ia senantiasa dibutuhkan oleh manusia dalam segenap keadaannya. Walhasil, seyogyanya kesabaran yang amat mulia itu dijelaskan dalam pandangan al-Qur’an dan as-Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, jadinya risalah ini kami beri judul, Sabar Anugerah Terindah.
Mengenal Sabar
Sabar adalah menahan jiwa dalam ketaatan, dan senantiasa menjaganya, memupuknya dengan keikhlasan dan menghiasinya dengan keilmuan. Ia adalah menahan diri dari segala kemaksiatan, dan berdiri tegak melawan dorongan hawa nafsu. Ia adalah ridha dengan qadha dan qadar Allah Subhanallahu wa Ta’ala tanpa mengeluh.
“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.” (Surat Ali Imran: 200)
“Dan kesabaran itu lebih baik bagimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Surat an-Nisaa’: 25)
Hambatan Dalam Bersabar
Sungguh, manusia cenderung tergesa-gesa, karena dia diciptakan dengan tabiat yang tergesa-gesa sebagaimana diungkapkan dalam ayat berikut:
?????? ???????????? ???? ??????
“Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa.” (Surat al-Anbiya’: 37
Marah, terkadang manusia melihat sesuatu yang dibencinya, juga mendengar sesuatu yang menyakitkannya, lantas marah mendorongnya untuk merendahkan manusia, sampai akhirnya membawa dirinya kepada putus asa yang merupakan penyakit kesabaran.
Curhat Boleh … Tapi Hanya Kepada Allah
Terkadang seorang hamba mendapatkan musibah, lantas dia mengeluh kepada Allah, sungguh sikap seperti itu sama sekali tidak bertentangan dengan kesabaran. Allah Ta’ala berfirman,
Sedekah dan puasa banyak diakui mampu mendidik perilaku sosial perilakunya. Namun, manfaat kedua ibadah ini tak berarti hanya berkutat pada masalah-masalah sosial saja. Selain mengurai jejak para sahabat Nabi, terutama dalam hal sedekah yang mengundang dencak kagum, buku ini memaparkan bukti nyata bagaimana kedua ibadah tersebut mampu mengobati penyakit fisik seseorang.
Judul : Berobatlah dengan Puasa dan Sedekah
Tebal : 168 hal
Penulis : Hasan bin Ahmad Hammam
Penerbit : Aqwam
Ukuran : 14,5×20,5 cm (soft cover)
ISBN : 978-602-8779-04-3
Harga : Rp. 36.000,-
Sedekah dan puasa banyak diakui mampu mendidik perilaku sosial perilakunya. Namun, manfaat kedua ibadah ini tak berarti hanya berkutat pada masalah-masalah sosial saja. Selain mengurai jejak para sahabat Nabi, terutama dalam hal sedekah yang mengundang dencak kagum, buku ini memaparkan bukti nyata bagaimana kedua ibadah tersebut mampu mengobati penyakit fisik seseorang.
Ditambah dukungan dan pengakuan dari dunia medis modern yang membenarkan pengaruh positifnya bagi jasmani dan ruhani pelakunya, penulis memaparkan kisah-kisah nyata pengobatan berbagai penyakit dengan sedekah dan puasa. Penyakit sistim pernafasan, berbagai radang, penyakit kulit, lemah syahwat, bahkan kanker dan glukoma serta sederet penyakit lainnya.
Siapa tahu, rumitnya pengobatan penyakit anda dapat di selesaikan dengan salah satu dari dua ibadah istimewa ini.
Buku ini mengurai pembahasan doa dari sisi yang jarang di kupas. Mengapa dan bagaimana doa itu menjadi sebuah kewajiban bukan pilihan; potret para nabi dan orang-orang saleh terdahulu yang tak jemu-jemunya berdoa padahal mereka adalah manusia yang terdekat dengan Allah; dan berbagai keistimewaan doa yang jarang di ketahui. Termasuk, bagaimana kekuatan doa bisa “mengubah” takdir. Kalau anda termasuk yang bertanya, “apa sih yang bisa di perbuat oleh sepatah dua patah doa?”, kisah-kisah nyata yang di rangkum penulis kan menyibak keraguan akan kekuatan doa.
udul : Berobatlah dengan Doa dan Istighfar
Tebal : 200 hal
Penulis : Hasan bin Ahmad Hammam
Penerbit : Aqwam
Ukuran : 14,5×20,5 cm (soft cover)
ISBN : 978-979-039-083-6
Harga : Rp. 39.000,-
Banyak orang menganggap doa sebagai kebutuhan, bukan sebuah kewajiban. Padahal, Umar bin Khattab pernah mengatakan, “aku tak peduli dikabulkan atau tidak, yang penting aku telah melakukan sebuah kewajiban bernama doa”. Begitulah manusia… ingin memaksakan doa harus simsalabim seketika terkabul, namun lupa bahwa doa pun ada syaratnya. Lupa,bahwa pengabulan doa tak harus berupa terpenuhinya permintaan.
Buku ini mengurai pembahasan doa dari sisi yang jarang di kupas. Mengapa dan bagaimana doa itu menjadi sebuah kewajiban bukan pilihan; potret para nabi dan orang-orang saleh terdahulu yang tak jemu-jemunya berdoa padahal mereka adalah manusia yang terdekat dengan Allah; dan berbagai keistimewaan doa yang jarang di ketahui. Termasuk, bagaimana kekuatan doa bisa “mengubah” takdir. Kalau anda termasuk yang bertanya, “apa sih yang bisa di perbuat oleh sepatah dua patah doa?”, kisah-kisah nyata yang di rangkum penulis kan menyibak keraguan akan kekuatan doa.
Sementara, bagian lain buku ini juga mengungakp keistimewaan istighfar. Bagaimana berbagai persoalan hidup, paceklik, sepit rejeki, tidak berketurunan dan berbagai masalah yang sering membelit manusia, mampu tuntas di jawab oleh kalimat singkat bernama istighfar. Juga digambarkan bagaimana Nabi Muhammad tetap rajin bersimpuh memohon ampun, padahal dosanya nyata-nyata telah diampuni. Selain nilai penting istighfar di mata orang-orang saleh, buku ini juga memuat kisah-kisah nyata mereka yang berhasil melepaskan diri dari berbagai masalah dengan cara beristighfar.
Mendirikan shalat dan membaca Al-Qur’an adalah kegiatan yang umumya dilakukan oleh seorang Muslim. Namun, karena saking umunya, kebanyakan umat Islam menganggapnya sebagai rutinitas harian yang tidak lagi istimewa. Padahal, dahulu Rasulullah dan para sahabatnya memberi perhatian yang istimewa kepada kedua ibadah tersebut.
Judul : Berobatlah dengan Shalat dan Al-Qur’an
Tebal : 200 hal
Penulis : Ahamad bin Salim Baduwailan Hishah binti Rasyid
Penerbit : Aqwam
Ukuran : 14,5×20,5 cm (soft cover)
ISBN : 978-602-8779-05-0
Harga : Rp. 39.000,-
Mendirikan shalat dan membaca Al-Qur’an adalah kegiatan yang umumya dilakukan oleh seorang Muslim. Namun, karena saking umunya, kebanyakan umat Islam menganggapnya sebagai rutinitas harian yang tidak lagi istimewa. Padahal, dahulu Rasulullah dan para sahabatnya memberi perhatian yang istimewa kepada kedua ibadah tersebut.
Shalat ternyata tak hanya mendatangkan manfaat jika dilihat dari sudut pandang agama saja. Bahkan, dari kacamata kesehatan, ibadah tersebut bisa memberikan dampak positif bagi pelakunya. Mulai dari wudhu hingga salam, tiap gerakan di dalamnya ternyata mengandung pil. Hal ini pun telah terbukti secara ilmiah sehingga jangan terkejut bila shalat bisa melancarkan peredaran darah ke otak dan menguatkan tulang.
Di sisi lain, telah jamak diketahui bahwa terdapat nash yang menyatakan Al-Qur’an adalah obat yang bisa menyebuhkan seseorang dari segala penyakit. Tak hanya penyakit ruhani, melainkan juga penyakit fisik. Salah satunya, adalah buku ini di urai bahwa melalui ruqyah dengan ayat-ayat Al-Qur’an, seseorang bisa sembuh dari penyakit gagal ginjal.
Temuakan mukjizat-mukjizat lainnya di dalam buku ini.
Judul Kitab Asli: Bahrur Ra’iq fi Zuhdi war Raqa’iq
Resensi:
Segala puji hanya milik Allah Rabb semesta alam. Buku ini mengupas tentang ikhlas & mengikuti sunnah sebagai syarat diterimanya ibadah, keutamaan ilmu & ulama, keadaan hati & pembagian hati dan lain-lain, berikut di antara isinya:
***
Pembagian Hati:
Ketika hati disifati dengan sifat hidup dan kebalikannya, maka berdasarkan sifat tersebut hati dapat dibagi ke dalam 3 bagian: Qalbun Salim (hati yang sehat), Qalbun Mayyit (hati yang mati), dan Qalbun Maridh (hati yang sakit).
Qalbun Salim (hati yang sehat/selamat)
Yang mana seseorang tidak dapat selamat di akhirat nanti kecuali orang yang diberikan hati tersebut oleh Allah. Sebagaimana disebutkan dalam firman Allah Ta’ala:
“(Yaitu) pada hari (ketika) harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.” (QS. Asy-Syu’ara’: 88-89)
Salim berarti menjadi selamat, sebuah sifat yang tetap baginya, seperti kata ‘alim (mengetahui) dan qadir (berkuasa), dan juga ia merupakan kebalikan dari kata maridh (yang sakit), saqim (yang sakit/lemah) dan ‘alil (yang sakit). Yaitu hati yang selamat dari segala syahwat yang bertentangan dengan perintah dan larangan Allah. Serta dari segala perkara syubhat yang bertentangan dengan firman-Nya dan sabda Rasul-Nya. Maka ia selamat dari beribadah kepada selain Allah dan selamat dari perintah selain Rasul-Nya. Hingga ibadahnya menjadi murni hanya untuk Allah dalam kehendak, kecintaan, tawakkal, penyerahan diri, rasa takut dan harap. Serta seluruh amalnya ikhlas karena Allah, apabila ia mencintai ia mencintai karena allah, apabila ia membenci ia membenci karena Allah, apabila ia memberi ia memberi karena Allah, apabila ia menahan (pemberian) ia menahannya karena Allah.
Tidak cukup sampai di sini, tapi sampai benar-benar selamat dari penguasaan dan kepatuhan terhadap setiap yang memusuhi Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam hingga hatinya terikat dengan Rasulullah dalam ikatan yang kuat untuk mengikuti dan meniru jejaknya saja dan tidak dengan yang lainnya, dalam perkataan maupun perbuatan.
Buku 175 Jalan Menuju Surga ini adalah terjemah dari risalah yang diberi judul Furash Kasbi Ats-Tsawab, dan dalam edisi bahasa indonesia berjudul 175 Jalan Menuju Surga. Dalam buku 175 Jalan Menuju Surga ini di tentang keutamaan-keutamaan amal yang bisa memasukkan kita ke dalam surga Allah yang penuh dengan kenikmatan.
Penulis : Nayef bin Mamduh Alu Su’ud
Penerbit : Pustaka Dhiya’ul Ilmi
Isi : 266 Halaman
Ukuran : 15.5 x 23.5 cm
Cover : Soft Cover
Berat : 0.45 Kg
Allah ta’ala berfirman:
“Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai didalamnya. setiap mereka diberi rizki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: “Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu” Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal didalamnya.” (QS. al-Baqarah: 25)
“Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga ‘Adn. dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar.” (QS. At-Taubah: 72)
Dapatkan sekarang juga buku 175 Jalan Menuju Surga di Pusat Buku Sunnah.
Lihat juga buku terkait lainnya dengan judul 175 Jalan Menuju Surga atau di daftar buku untuk kategori Nasihat dan Motivasi
"Buku Tanbihul Ghafilin (Peringatan dan Nasihat Bagi Orang Orang Yang Lalai ini berisi petuah-petuah yang indah sebagai nasehat untuk sesama manusia. Nasehat-nasehat ini disampaikan secara lugas dan dalam maknanya, sehingga mampu menjauhkan manusia dari kemaksiatan serta mendorong mereka untuk mencicipi manisnya ketaatan dan bahagianya hidup di jalan yang telah Allah perintahkan, yaitu jalan Islam berdasarkan bimbingan AlQur’an dan Sunnah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam dengan pemahaman yang benar.
Semoga buku Tanbihul Ghafilin (Peringatan dan Nasihat Bagi Orang Orang Yang Lalai) ini mampu mewujudkan masyarakat kaum muslimin yang taat dan bertaqwa. Setelah membacanya kita akan segera memahami bahwa menasehati dan mengajak manusia kepada kebaikan dan memperingatkan dari perbuatan dosa dan kemungkaran adalah kewajiban, tanggung jawab yang harus diemban oleh setiap mukmin dan mukminah. Selamat membaca.
“Penulis : Imam Muhyiddin an-Nahhas
Penerbit : Pustaka As-Sunnah”
Allah ta’ala berfirman, “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al-Ashr : 1-3).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya Allah, para malaikat-Nya dan penghuni bumi dan langit sampai semut yang berada di lubangnya dan bahkan sampai ikan benar-benar bershalwat atas pengajar manusia kebaikan” (HR. Tirmidzi).
Salah satu peran seorang muslim di dalam Islam adalah melakukan amar ma’ruf nahi mungkar seperti yang telah disampaikan dalam buku Tanbihul Ghafilin (Peringatan dan Nasihat Bagi Orang Orang Yang Lalai), yaitu menyeru kepada kebaikan dan melarang dari berbagai kemungkaran. Ini berarti memerintahkan dan mendorong mereka untukk senantiasa menjaga perintah-perintah Allah ta’ala dan menjauhi segala larangan-Nya, Sehingga diharapkan kita mampu mendapatkan kedamaian, keteraturan dan kebahagiaan yang sempurna, di dunia maupun di akhirat kelak.
Dapatkan sekarang juga buku Tanbihul Ghafilin (Peringatan dan Nasihat Bagi Orang Orang Yang Lalai) di Pusat Buku Sunnah.
Buku Perangkap Iblis 560 Tipu Muslihat Iblis yang Tak Disadari Manusia ini adalah terjemahan dari karya fenomenal Ibnul Jauzi yaitu Kitab Talbis Iblis. Buku ini akan membahas mengenai 560 Muslihat Iblis Yang Manusia tidak menyadarinya. Berhati-hatilah karena iblis selalu menyebarkan perangkapnya kepada umat manusia. Entah di kanan, kiri, depan, belakang, atas, dan bawah kita, baik gangguannya kita sadari ataupun tidak.
Penulis: Ibnul Jauzi
Penerbit : Pustaka Arafah
Ukuran 16 x 23.5
Hard Cover
Tebal 860 halaman
Seusai Allah menciptakan Adam, Allah perintahkan para Malaikat dan Iblis yang kala itu bersama Malaikat, agar mereka semua bersujud kepada Adam. Semua Malaikat tunduk dengan perintah ini, sementara Iblis enggan karena kesombongannya. Dia merasa jauh lebih baik dari pada Adam, hanya karena alasan perbedaan asal penciptaan. Iblis berkata, “Saya lebih baik dari pada Adam. Engkau ciptakan aku dari api, sementara dia Engkau ciptakan dari tanah.” (QS. al-A’raf: 12)
Dendam Iblis
Setelah Iblis terusir dari Syurga, Iblis mengangkat sumpah suci, untuk mewujudkan dendam kesumat kepada seluruh manusia sebagaimana pembahasannya tersaji dalam buku Perangkap Iblis 560 Tipu Muslihat Iblis yang Tak Disadari Manusia ini. Iblis berkata, “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus. kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat). (QS. Al-A’raf : 16-17).
Buku Perangkap Iblis 560 Tipu Muslihat Iblis yang Tak Disadari Manusia dapat dijadikan buku panduan bagi kita untuk mengetahui apa saja yang termasuk ke dalam perangkap-perangkap iblis. Kita mempelajari perangkap dan godaan tersebut, bukan untuk mengikutinya, melainkan untuk menjauhinya dan memperingatkan orang lain untuk meninggalkannya. Karena tanpa ilmu tentang keburukan, seorang akan lebih mudah terjatuh kedalamnya. Selamat membaca dan semoga bermanfaat.
Dapatkan sekarang juga buku Perangkap Iblis 560 Tipu Muslihat Iblis yang Tak Disadari Manusia di Pusat Buku Sunnah
Lihat juga buku terkait lainnya dengan judul Taubat Surga Pertama Anda atau di daftar buku untuk kategori Nasihat dan Motivasi.
"Buku Mutiara Zuhud ini merupakan kumpulan uraian hikmah dan kisah tentang praktek nyata zuhudnya generasi Islam pendahulu yang shalih, benar-benar menyejukkan. Tak hanya hati, tapi juga pikiran.
Penulis : Imam Ahmad Bin Hanbal
Penerbit : Pustaka Arafah
Diringkas Dan Disusun Oleh: Ibnu Abdil Bar
Tebal : 288 halaman
Ukuran : 16 cm x 24 cm
Berat : 389gr
Dari Thawus, dia berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Zuhud di dunia akan me-nenangkan hati dan badan, sedangkan kesenangan kepada dunia memanjangkan kekhawatiran dan kesedihan.”
Abu Muslim Al-Khaulany berkata, “Zuhud di dunia itu bukan dengan cara mengharamkan yang halal dan mengabaikan harta, tapi zuhud di dunia itu ialah apa yang ada di tangan Allah lebih kuat dari apa yang ada di tanganmu, dan jika engkau ditimpa musibah, engkau adalah orang yang paling mengharapkan pahalanya dan simpanannya, sekiranya saja musibah itu tetap menimpamu.”
Dari buku Mutiara Zuhud ini pembaca akan menjumpai kisah tangisan Nabi Adam ketika dikeluarkan dari jannah, yang tangisannya melebihi tangisan semua penduduk bumi. Kisah Abu Bakar Ash-Shidiq yang memuntahkan kembali makanan yang tidak jelas halal-haramnya. Kisah Ali bin Husain yang menghidupi seratus penduduk Madinah tanpa diketahui kecuali setelah beliau meninggal dunia. Dan berbagai kisah lainnya.
Buku Mutiara Zuhud yang merupakan intisari dari kitab Az-Zuhd karya Imam Ahmad bin Hanbal ini, pembaca juga akan mendapatkan berbagai hikmah. Di antaranya, hikmah dari hadits Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam tentang orang yang bangkrut di akhirat, amalan yang bisa menjadi penolong di kegelapan kubur dan hari kiamat menurut Abu Dzar, definisi zuhud menurut Abu Muslim Al-Khaulani, dan berbagai kata hikmah lainnya. Selamat membaca.
"Buku Terapi Penyakit Hati ini menjelaskan beberapa penyakit hati yang menjangkiti manusia serta bagaimana cara menyembuhkan penyakit-penyakit tersebut. Berdasarkan dalil-dalil aqli dan naqli, penulis menguraikan berbagai penyakit yang dapat menenggalamkan kita dalam kubangan dosa dan kemaksiatan. Disajikan dengan bahasa yang menyentuh dan penuh motivasi, membuat buku ini cocok dijadikan referensi dalam mempelajari bab tazkiyatun nafs.
Allah Ta’ala berfirman, yang artinya “Pada hari di mana harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.” (QS. Asy-Syu’ara`: 88-89).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Tiga hal, siapa yang memilikinya maka dia akan merasakan lezatnya iman: Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai dari pada selainnya, dia mencintai seseorang hanya karena Allah, dan dia sangat benci untuk kembali kepada kekufuran, sebagaimana dia benci untuk dilempar ke neraka.” (HR. Bukhari, Muslim dan yang lainnya).
Kedudukan Hati
Ibnul Qayyim pernah menuturkan tentang kedudukan hati dan alasan mengapa kita harus memperhatikan kebersihan dan kesehatannya. Beliau mengatakan, “Hati adalah ibarat raja bagi anggota tubuh. Anggota tubuh akan melaksanakan apa yang diperintahkan oleh hati dan akan menerima semua arahan-arahan hati. Anggota tubuh tidaklah akan melaksanakan sesuatu kecuali yang berasal dari tujuan dan keinginan hati. Jadi, hati tersebut merupakan penanggung jawab mutlak terhadap anggota tubuh karena seorang pemimpin akan ditanya tentang yang dipimpinnya. Jika demikian adanya, maka upaya memberi perhatian yang besar terhadap hal-hal yang menyehatkan hati dan meluruskannya merupakan upaya yang terpenting, dan memperhatikan penyakit-penyakit hati serta berusaha untuk mengobatinya merupakan ibadah yang paling besar.” (Ighatsah al-Lahfan hal. 5).
Dengan membaca buku Terapi Penyakit Hati di hadapan Anda ini, Anda dapat mendeteksi apakah hati anda hati yang selamat, hati yang sakit ataukah hati yang mati. Anda pun juga dapat mempelajari kiat-kiat membersihkan hati dan merawatnya. Semoga Allah senantiasa menjernihkan hati kita, memberikan petunjuk kepada jalan kebenaran serta taufiq untuk senantiasa bertaubat kepadaNya. Selamat mempelajari dan semoga bermanfaat.
Dapatkan sekarang juga buku Terapi Penyakit Hati di Pusat Buku Sunnah.
Lihat juga buku terkait lainnya dengan judul Tazkiyatun Nafs Darus Sunnah atau di daftar buku untuk kategori Nikah dan Rumah Tangga."