"Buku Ziarah Kubur Yang Ternoda merupakan terjemah dari kitab Ziyaratul Qubur asy Syar’iyyah wa asy Syirkiyyah yang ditulis oleh Muhyiddin al-Barkawi ini memaparkan penjelasan tentang tatacara ziarah kubur, tujuan-tujuan dan adab-adab dalam berziarah yang disyariatkan. Buku yang tergolong kecil ini mengandung pengajaran dan nasehat yang padat dalam tema kubur dan ziarah kubur yang patut kaum muslimin ketahui.
Setelah membaca buku Ziarah Kubur Yang Ternoda ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi kaum muslimin yang ingin melakukan ziarah kubur yang sesuai syari’at agama Islam. Apalagi sering kita jumpai di masyarakat ritual ziarah yang sangat melenceng dan condong pada kesyirikan sehingga membuat kita enggan berziarah kubur. Padahal ziarah kubur merupakan sebuah amalan yang dianjurkan apabila dilakukan dengan benar, sehingga bisa menjadi salah satu penambah pahala bagi kita. Selamat membaca dan mengamalkan.
Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Dahulu aku melarang kalian untuk berziarah kubur, sekarang berziarahlah karena ziarah dapat melembutkan hati, membuat air mata menetes, dan mengingatkan akhirat. Dan janganlah kalian mengucapkan al hujr (ucapan yang bathil).” (HR. Al Hakim (1/376), dinilai hasan oleh Syaikh Al Albani).
Meskipun awalnya ziarah kubur merupakan hal yang dilarang, namun kemudian diperintahkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam karena memiliki beberapa keutamaan, antara lain dapat melembutkan hati, membuat air mata menetes, dan mengingatkan akhirat seperti yang dijelaskan dalam hadist diatas. Meskipun begitu, realita di masyarakat dalam berziarah kubur cukup memprihatinkan, dimana mereka ada yang meminta kepada kubur, melakukan bid’ah diatas kubur, dan melakukan hal-hal celaka yang dapat membawa ke panasnya api neraka. Semua itu mereka lakukan karena salah satunya kebodohan dalam diri mereka akan ziarah kubur yang sesuai sunnah, sehingga buku Ziarah Kubur Yang Ternoda bisa membantu kaum muslimin mengetahuinya.
Pembahasan yang dijelaskan dalam buku Ziarah Kubur Yang Ternoda ini antara lain kenapa Rasulullah berulang kali menyampaikan tentang dilaknatnya kaum Yahudi dan Nasrani karena menjadikan kuburan Nabi mereka sebagai masjid-masjid, kiat-kiat agar terhindar dari syirik kuburan, larangan Allah dan Rasul-Nya berkaitan dengan kuburan, bentuk-bentuk pelanggaran dalam ziarah kubur yang sering dilakukan, rangkaian tata cara ziarah kubur yang shahih, adab-adab yang sesuai sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bolehkah membaca Al Qur`an diatas kuburan, tujuan ziarah kubur yang bid’ah, tujuan ziarah kubur dalam pandangan ahlus sunnah wal jama’ah, serta tindakan para sahabat dan tabi’in dalam melindungi aqidah kaum muslimin. Menarik bukan? Semoga buku ini dapat menyelamatkan aqidah umat ini sehingga selamat dari perilaku yang membawa kedalam panasnya api neraka.
Dapatkan segera dan sekarang juga buku Ziarah Kubur Yang Ternoda di Pusat Buku Sunnah.
Judul : Waktu Utama Dan Ibadah Istimewa Sepanjang Tahun
Penulis : Imam Ibnu Rajab
Peringkas : Dr. Ahmad Bin Utsman Al-Mazyad
Penerbit : Darul Haq
Isi 314 halaman
Softcover
Dimensi 14,5 x 21 cm
"Buku Waktu-Waktu Yang Utama Dan Ibadah-Ibadah Yang Istimewa Sepanjang Tahun ini adalah terjemahan dari ringkasan Kitab Lathaiful Ma’arif yang menguraikan ibadah-ibadah sepanjang tahun dari bulan Muharram sampai bulan Dzulhijjah yang utama pada waktunya. Penjelasan yang penting ini tentunya bermanfaat untuk kita dalam menambah amal shalih dan ketaatan kepada Allah. Sangat layak untuk dibaca dan diamalkan untuk mendekatkan diri kepada Allah ta’ala.
Dengan mengetahui ibadah-ibadah pada waktu tertentu pada buku Waktu-Waktu Yang Utama Dan Ibadah-Ibadah Yang Istimewa Sepanjang Tahun, kita akan mendapatkan pahala yang terbaik ketika mengerjakan amalan di waktunya yang utama. Dengan mengamalkannya pula, kita juga semakin ittiba’ dan meneladani Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam dalam beribadah dan beramal shalih. Selamat mempelajari dan mengamalkan.
Allah ta’ala mensifati hamba-hambaNya yang shalih karena mereka bersegera dalam kebaikan, ketika Allah Ta’ala berfirman tentang mereka, “Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada kami.” (QS.Al Anbiyaa’ : 90).
Sebagian pembahasan dalam buku Waktu-Waktu Yang Utama Dan Ibadah-Ibadah Yang Istimewa Sepanjang Tahun ini adalah :
Bulan Muharram : keutamaan sepuluh hari pertamanya, waktu puasa sunnah yang paling utama, keutamaan-keutamaan hari Asyura`.
Bulan Shafar : larangan tathayyur, pembatalan keyakinan-keyakinan orang-orang jahiliyah.
Bulan Rabi’ul Awal : kelahiran Nabi, wafatnya Nabi dan keadaan kaum Muslimin setelah beliau wafat.
Buku Rajab : dilarangnya adat istiadat yang dahulu biasa dilakukan oleh orang-orang Jahiliyah, hukum-hukum amalan yang ada di bulan Rajab.
Bulan Sya’ban : puasa Sya’ban, penjelasan tentang nishfu (pertengahan) Sya’ban, puasa akhir Sya’ban.
Bulan Ramadhan : keutamaan puasa, sebab-sebab dilipatgandakannya pahala amal, keutamaan membaca al-Qur`an di dalamnya, garis besar peristiwa-peristiwa penting yang terjadi dalam perang Badar al-Kubra, penjelasan tentang sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, macam-macam ibadah pada malam Qadar, perpisahan dengan Ramadhan.
Bulan Syawal : puasa enam hari di bulan Syawal
Bulan Dzulhijjah : penjelasan tentang haji dan keutamaannya, keutamaan berqurban, keutamaan puasa arafah.
Dan masih banyak lagi uraian yang bermanfaat yang dapat kita pelajari dalam buku Waktu-Waktu Yang Utama Dan Ibadah-Ibadah Yang Istimewa Sepanjang Tahun. Begi juga akan dijelaskan secara padat amalan-amalan khurafat dan bid’ah yang sering dilakukan kaum muslimin pada waktu-waktu tertentu.
Dapatkan sekarang juga buku Waktu-Waktu Yang Utama Dan Ibadah-Ibadah Yang Istimewa Sepanjang Tahun di Pusat Buku Sunnah.
Hebatnya pencapaian Umar bin Abdul Aziz dalam mengelola negara, berawal dari kesungguhannya menuntut ilmu, ditopang oleh orientasi yang lurus kepada Allah, dan jerih payah tiada kenal lelah. Dari pengabdian yang penuh dedikasi inilah, lahir negara yang adil, yang terwujud dalam bentuk: menegakkan prinsip syura (musyawarah), menegakkan keadilan, mengikis segala bentuk kezhaliman, bahkan memakzulkan para gubernur yang diketahui bertindak zhalim, menghapuskan tindak semena-mena terhadap masyarakat kecil bahkan terhadap kafir dzimmi sekalipun.
Reformasi Umar menyentuh segala bidang: Kehidupan keagamaan, politik, sosial, ekonomi, dan budaya. Perekonomian misalnya, tegak di atas nilai-nilai kebenaran, keadilan dan penghapusan kezhaliman dalam segala sektor, meletakkan target-target ekonomi yang ril, pembagian harta kekayaan yang masuk ke dalam kas negara secara adil, meningkatkan taraf ekonomi dan kemakmuran masyarakat, berikut langkah-langkah yang ril, seperti: menyediakan iklim yang kondusif yang menunjang pertumbuhan ekonomi, membuka kebebasan ekonomi dalam skala luas, menetapkan regulasi perdagangan, kebijakan pertanian, dan menyediakan infrastruktur yang baik, sehingga semua orang dengan suka cita ikut terlibat dalam aktifitas ekonomi, bahkan lahan-lahan yang mati menjadi hidup.
Hasilnya, rakyat luas, Muslim dan non Muslim, hidup berkecukupan, sampai tak ada orang yang mau menerima zakat dan sedekah. Tonggak penting dalam negara yang dibangun Umar adalah, pertama, berdirinya pusat-pusat kajian ilmiah dan pendidikan, dan kedua, orang-orang yang menjadi penasihat, gubernur dan RA pejabatnya adalah orang-orang yang jujur, amanah, shalih dan berilmu. Kekhalifahan Umar ini adalah fakta sejarah di depan mata orang-orang yang senantiasa meneriakkan, Negara yang berdiri di atas Syariat Islam sangat rentan didera berbagai masalah dan krisis, sangat beresiko hancur setiap saat, negara model begini hanyalah mimpi. Padahal sejarah itu terus menantang dengan mengatakan,
“Tunjukkanlah bukti kebenaranmu, jika kamu adalah orang yang benar.” (QS. Al-Baqarah: 111).
Dan kekhalifahan Umar ini adalah bantahannya; di mana dengan dasar Syari’at, keadilan menjadi tegak, hingga tidak ada tirani minoritas dan tidak ada minoritas yang tertindas. Semua ini bermuara dari keperibadian Umar yang agung: memiliki akidah yang lurus, rasa takutnya yang sangat kepada Allah, jujur, amanah, zuhud, wara’, tawadhu’, pribadi yang tenang, sifat pemaaf, lapang dada, sabar, tegas, adil, rendah hati, ulet dalam bekerja, dan menegakkan kebenaran dan keadilan tanpa pamrih. Umar bin Abdul Aziz adalah contoh Pemimpin yang Adil, Jujur, Amanah dan shalih, Ulama Pembaru Agama, dan Reformis Sosial sejati.
Buku yang sangat bagus untuk diambil pelajaran, silakan menyimak.
Ulasan Tuntas Tentang 3 prinsip Pokok (Syarah Ushul Tsalasah) Darul Haq
"Buku Ulasan Tuntas Tentang 3 prinsip Pokok (Syarah Ushul Tsalasah) yang di tulis oleh Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin merupakan buku yang menjelaskan mengenai tiga landasan pokok beragama yang sangat penting untuk diketahui oleh setiap orang yang mengaku muslim.
Allah ta’ala memerintahkan hambaNya untuk menyembahNya. Dialah yang menciptakan para hamba, agar mereka bertaqwa dan berharap kita akan selamat di akhirat kelak. Dalam Buku Ulasan Tuntas Tentang 3 prinsip Pokok (Syarah Ushul Tsalasah) ini akan dijelaskan bagaimanakah kita memahami tiga prinsip pokok yang menjadi dasar kita mengenal Rabb, Nabi dan Agama kita. Materi ini merupakan penjelasan dari matan Ushul Tsalatsah yang ditulis oleh Syaikh Tamimi rahimahullah, kemudian disyarah oleh Ulama yang tidak diragukan lagi kemampuannya, yaitu Syaikh Utsaimin rahimahullah.
Pembahasan dalam Buku Ulasan Tuntas Tentang 3 prinsip Pokok (Syarah Ushul Tsalasah) ini meliputi tiga pertanyaan kubur yang harus kita jawab kelak. Yaitu, Siapakah Rabb-mu? Siapakah Nabimu? Dan Apakah Agamamu?. Ini merupakan hal yang sangat penting yang harus diketahui setiap muslim untuk bekal di alam barzah kelak. Bagaimana kita akan beribadah dengan tulus ikhlas jika kita tidak mengenal siapakah yang kita sembah. Bagaimana kita akan mengikuti syariatnya jika kita tidak mengenal Nabi pembawa risalah ini. Kemudian bagaimana kita akan menerapkan hukum syariat yang benar jika kita tidak paham apa itu Islam. Hal itu akan kita peroleh dalam buku Ulasan Tuntas Tentang 3 prinsip Pokok (Syarah Ushul Tsalasah) ini.
Fitur Utama / Manfaat :
- Memperkuat Iman
- Peningkatan Pemahaman dan Pengetahuan tentang Aqidah
"Bolehkah bertawassul melalui Nabi atau para wali? Bolehkah meminta kepada Nabi agar beliau berdoa kepada Allah untuk kebaikan kita dari dalam kuburnya?
Saat pertanyaan tadi dijawab dengan, Tidak boleh! seringkali akan berlanjut dengan sanggahan, Bukankah orang-orang yang mati syahid itu hidup dan diberikan rizki di dalam kuburnya, apalagi Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam? Bertemu seorang camat tanpa melalui asistennya saja sulit, belum lagi kalau mau minta bantuan, apalagi meminta kepada Allah! Sudah selazimnya bertawassul melalui orang yang dekat dengan yang dituju!
Judul : Ulasan Lengkap Tawassul Antara Realita dan Bimbingan Syariat
Penulis : Abu Anas Ali bin Husain Abu Luz
Tebal : 168 hal. (Soft Cover)
Ukuran : 14.5 x 20.5 cm
Berat : 0,3 Kg
Keberatan dan selentingan seperti ini, acap kali bahkan terlalu sering kita dengar dari sebagian kaum muslimin, bahkan mereka yang dianggap berilmu. Yang lebih mengganggu lagi justru mereka yang seringkali melontarkan keberatan seperti ini adalah orang-orang yang mengaku sebagai Ahlus Sunnah wal Jama’ah.
Padahal, apabila kita telaah dengan seksama; dengan hati yang ikhlas bahwa agama itu hanya milik Allah semata dan didorong oleh kejujuran ilmiyah, maka kita akan mendapatkan bahwa bertawassul dengan dzat dan kedudukan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, atau meminta kepada beliau untuk berdoa kepada Allah, adalah bid’ah dan bisa mengantarkan kepada kesyirikan.
Tapi perlu diingat, Ini dalam rangka saling menasihati di jalan Allah. Tentu saja bukan hanya ini bentuk-bentuk tawassul yang dilarang.
Penulis buku ini membahas jenis-jenis tawassul yang dilarang dengan detil dan menyeluruh, disertai dengan dalil-dalil, dan pendapat ulama-ulama Ahlus Sunnah.
Dan tidak hanya mengoreksi kebatilan tawassul bid’ah dan syirik, penulis juga memberikan serangkaian solusi dengan menjelaskan tawassul-tawassul yang disyariatkan dan dibolehkan.
Lebih dari itu semua, risalah ini dilengkapi dengan fatwa-fatwa yang berkaitan dengan tema, sehingga menjadi semacam jawaban yang sangat urgen dan menyeluruh tentang kegamangan masalah tawassul
Dapatkan sekarang juga buku Ulasan Lengkap Tawassul di Pusat Buku Sunnah.
Buku Terjemah Riyadhus Shalihin Darul Haq ini memuat hadits-hadits yang paling pokok dalam Ajaran Islam, yang dengan mengkajinya, setiap Muslim diharapkan telah memenuhi kewajibannya, yaitu mempelajari aspek-aspek Agamanya yang paling pokok, baik dalam akidah, ibadah, muamalah, akhlak dan adab.
Semoga buku Terjemah Riyadhus Shalihin Darul Haq ini bermanfaat bagi kaum muslimin dalam upayanya mempelajari agamanya melalui hadits-hadits Nabi Shalallahu ‘alaihi wa Sallam yang penuh ilmu dan pengajaran. Selamat menyimak dan mengamalkankandungannya.
Fitur Utama :
- Ditahqiq oleh tim dari para ulama.
- Ditakhrij oleh pakar besar dalam hadits dan ilmu hadits, yaitu Syaikh al-Albani Rahimahullah
- Dilengkapi dengan ta’liq (penjelasan terhadap kata atau kalimat yang sulit)
- Hadis-hadis dalam Riyadhus Shalihin dikelompokkan berdasarkan topik atau tema tertentu, seperti iman, ibadah, akhlak, Dll
Spesifikasi :
Penulis : Imam Nawawi
Penerbit : Darul Haq
Tebal : 1132 halaman
Ukuran 16 x 24.5 cm
Berat 1700gr
Catatan Khusus :
Semoga Allah menjadikan bagi penulis, penerbit, pengedar dan pembaca buku ini mendapatkan keridhaan dan surga-Nya.Aamiin.
"Buku Tafsir Al-Qur’an As-Sa’di 7 Jilid adalah salah satu di antara sekian banyak kitab-kitab tafsir AlQur’an yang masyhur di kalangan penuntut ilmu dan kaum muslimin pada umumnya. Diantara keunggulannya adalah termasuk kitab tafsir yang paling ringkas namun padat makna, penulisnya dikenal sebagai ulama yang memiliki aqidah yang bersih dan ilmu yang kokoh, serta tidak banyak menyajikan perbedaan pendapat para ulama dari sisi penafsiran. Sehingga buku ini menjadi mudah dipahami oleh semua kalangan.
Kitab Al-Qur’an adalah kitab Allah yang paling agung, yang menjadi landasan paling mendasar bagi setiap muslim dalam beraqidah, beribadah, berakhlaq, dan bermuamalah sehari-hari. AlQur’an juga sebagai mukjizat paling agung sepanjang masa yang diberikan kepada Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Didalamnya terkandung perintah-perintah dan larangan-larangan Allah yang adil dan penuh hikmah. Oleh sebab itu, merupakan kewajiban bagi setiap muslim untuk mempelajari AlQur’an sebagaimana tafsirnya diuraikan dalam buku Tafsir Al-Qur’an As-Sa’di 7 Jilid. Setelah itu, berusaha untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Fitur Utama / Manfaat :
- Pemahaman Al-Qur'an yang Lebih Mendalam
- Peningkatan Kualitas Ibadah
- Pengembangan Pemikiran
- Penguatan Iman
- Menghargai Keanekaragaman Pemahaman
Spesifikasi:
Penulis: Abdurrahman bin Nashir as-Sadi’
Penerbit: Darul Haq
Catatan Khusus:
Pembagian surat-surat dalam buku Tafsir Al-Qur’an As-Sa’di 7 Jilid ini adalah
Jilid 1 : Surat Al-Fatihah, Al-Baqarah dan Ali Imran
"Buku Syarah Lum’atul Itiqad Cara Mudah Memahami Nama dan Sifat Allah ini merupakan terjemah dari Syarah Lu’matul I’tiqod Al Haadi ilaa Sabiiliir Rasyaad karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah yang merupakan penjelasan dari Kitab Lu’matul I’tiqod karya Imam Ibnu Qudamah Al Maqdisi rahimahullah. Buku ini menjelaskan pokok-pokok aqidah Islam yang benar, terutama berkaitan dengan Nama-Nama Allah yang Maha Indah dan Sifat-SifatNya Maha Tinggi. Semua uraiannya didasarkan pada dalil dari Al-Qur’an dan Hadits Nabi Shalallahu ‘alaihi wa Sallam dan ijma para Salafush Shalih.
Penulis kitab ini yaitu Ibnu Qudamah, beliau adalah seorang imam yang beraqidah bersih dan kokoh, seorang ahli ibadah, senantiasa menempuh jejak para salaf, dan imam agung dalam ilmu dan amal. Begitu kuatnya pengaruh aqidah yang bersih ini terhadap gaya hidup beliau, sampai-sampai kaum muslim ketika itu berkata, ”Barangsiapa yang melihatnya seolah-olah dia melihat seorang sahabat Nabi Shalallahu alihi wassalam.” Salah satu karya beliau yangpaling terkenal adalah kitab aqidah Lum’atul I’tiqad ini. Dalam karyanya ini, beliau membabat habis keyakinan-keyakinan yang menyimpang dari aqidah ahlus sunnah wal jama’ah. Beliau juga menjelaskan hujjah yang sangat kuat dan pemahaman ilmiah terhadap aqidah ahlus sunnah berkaitan dengan nama dan sifat Allah ta’ala.
Fitur Utama / Manfaat :
- Memperkuat Iman
- Peningkatan Pemahaman dan Pengetahuan tentang Aqidah
- Menghindari Penyimpangan
- Meningkatkan Kualitas Ibadah
- Bimbingan untuk Kehidupan Sehari-hari
Spesifikasi:
Penulis Imam Ibnu Qudamah Al-Maqdisi
Pensyarah : Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin
Judul: Suami Istri Dalam Rumah Mungil Penuh Bahagia; Agar Engkau Bisa Membahagiakan teman Hidupmu Hingga ke Surga
Penulis: Abdurrahman bin Abdullah al-Qar’awi Penerbit : Darul Haq
Jumlah Hlm.: xvi + 156 hlm.
Ukuran: 14,5 x 20,5 cm.
"Buku Suami Istri dalam Rumah Mungil Penuh Bahagia ini membahas bagaimana pergaulan antara suami istri, pernak pernik kehidupan rumah tangga serta cara mudah untuk melanggengkan dan menumbuhkan romantisme pernikahan. Pembahasan dalam buku ini diantaranya adalah mengenai hak dan kewajiban yang ditunaikan bukanlah sekedar hak dan kewajiban, menerima pasangan sesuai dengan kodratnya, membangin komunikasi yang baik dan saling terbuka, tentang meminta maaf dan memaafkan, kemudian tentang sifat egoisme yang seringkali dibungkus dengan syariat dan pemhasan-pembahasan menarik lainnya.
Contoh cuplikan isi buku Suami Istri dalam Rumah Mungil Penuh Bahagia:
Biasakanlah Mengatakan, “Maaf, Aku yang Salah” Salah bisa terjadi dari siapa pun, tidak ada yang ma’shum darinya, sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Setiap manusia banyak melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang banyak bertaubat.”
Namun masalahnya adalah saat suami atau istri tahu dirinya salah, tetapi ngotot mempertahankan kesalahannya dan menolak mengakuinya, dengan alasan bahwa mengaku bersalah dihadapan pasangan akan membuat pasangan lancang terhadapnya dan membuat kehormatannya jatuh; inilah asumsi keliru yang dihiasi oleh setan.
Bagaimanakah seseorang seharusnya bersikap? Akan kita temukan pembahasan dalam buku Suami Istri dalam Rumah Mungil Penuh Bahagia di hadapan anda ini.
Wahai suami-istri! Bayangkan seseorang berbuat salah terhadap kalian, kemudian dia datang mengakuinya dan dia meminta maaf, apakah masih ada ganjalan dalam jiwa terhadapnya? Saya hampir memastikan bahwa kedudukan orang ini di mata kalian berdua akan menjadi lebih baik dari sebelumnya saat kesalahan itu belum terjadi. Berapa banyak kesalahan menjadi awal hubungan yang akrab di antara dua orang, manakala orang yang bersalah mengakui kesalahannya dan orang yang benar memaafkan? Hingga ada yang berkata, “Hubungan yang lahir sesudah terjadinya sebuah problem, adalah hubungan yang lebih kuat daripada hubungan apapun selainnya.”
Demikian sedikit cuplikan dari buku Suami Istri dalam Rumah Mungil Penuh Bahagia. Semoga dapat memberikan gambaran kepada kita mengenai penting dan menariknya isi buku ini. Terlebih untuk anda yang sedang memulai langkah baru menapaki rumah tangga.
Dapatkan sekarang juga buku Suami Istri dalam Rumah Mungil Penuh Bahagia di Pusat Buku Sunnah
Sifat Shalat Nabi Seakan akan Anda Menyaksikannya SC Darul Haq
"Buku Sifat Shalat Nabi Seakan-akan Anda Menyaksikannya ini menguraikan ringkasan sifat shalat Nabi Shalallahu ‘alaihi wa Sallam. Para ulama sebenarnya telah menulis banyak kitab tentang sifat shalat Nabi, baik kajian tematis mengenai fikih, hadits, kajian tentang kesalahan-kesalahan dalam shalat serta kajian perbandingan madzhab. Kemudian penulis menyadari kebutuhan mendesak kaum muslimin secara umum untuk mengetahui fiqih shalat. Sehingga penulis merangkum hal-hal penting di dalamnya dan menjadikannya lebih praktis dan mudah dipahami. Salah satu intisari yang paling baik dalam tema sifat shalat Nabi adalah buku ini.
Dengan mempelajari buku Sifat Shalat Nabi Seakan-akan Anda Menyaksikannya ini, kita akan memahami tatacara shalat sesuai tuntunan Nabi Shalallahu ‘alaihi wa Sallam. Dengan mengetahuinya tentunya shalat kita akan semakin berkualitas karena dibangun diatas ittiba kepada Nabi Shalallahu ‘alaihi wa Sallam. Selamat membaca dan mengamalkan.
Dari ‘Abdullah bin Mas’ud, ia berkata, “Aku pernah bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Amalan apakah yang paling afdhol?” Jawab beliau, “Shalat pada waktunya.”.. (HR. Bukhari no. 7534 dan Muslim no. 85).
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dan shalatlah sebagaimana kalian melihat aku shalat. Jika shalat telah tiba, hendaklah salah seorang di antara kalian melakukan adzan dan yang paling dewasa menjadi imam.”(HR.Bukhari no.6705, Ad Darimi no.1225).
Fitur Utama:
-Penjelasan Detail tentang Tata Cara Shalat
-Dalil dan Referensi dari Al-Quran dan Hadis
-Meningkatkan Pemahaman Terkait Shalat
-Menghindari Kesalahan Terkait Shalat
-Mendukung Kualitas Ibadah
-Mengatasi Keraguan Terkait Shalat
Spesifikasi :
Judul : Sifat Shalat Nabi Seakan-Akan Anda Menyaksikannya
Penulis : Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani
Penerbit : Darul Haq
Ukuran : 14 x 20.5 cm
Jenis Cover : Soft Cover
Tebal : 404 hal
Catatan Khusus :
Shalat adalah ibadah yang penting dan utama dalam syariat Islam, bahkan merupakan amalan yang pertama kali dihisab oleh Allah ta’ala. Namun amat disayangkan, masih banyak kekeliruan yang dilakukan sebagian kaum Muslimin dalam tata cara shalatnya. Sebab utamanya adalah kebodohan dan sekedar ikut-ikutan serta tidak mau mempelajari dalil-dalilnya. Padahal ittiba Nabi adalah diantara syarat diterimanya shalat kita. Tentunya kita berharap pahala dan ampunan dari Allah melalui amal shalih yang kita kerjakan. Dan kita tidak mau hanya mendapatkan lelah dan capek semata. Oleh karenanya, kita harus mempelajari tatacara shalat yang benar, seperti contohnya dalam buku Sifat Shalat Nabi Seakan-akan Anda Menyaksikannya.
Ini adalah pembahasan ringkas yang memberikan jalan kepada kami untuk menempuh beberapa metode dan cara dalam menghadapi ujian dan cobaan dengan keburukan. Musibah yang menimpa orang-orang beriman adalah suatu kenikmatan, meskipun zhahirnya adalah suatu kesengsaraan. Musibah merupakan kebaikan untuk
mereka, meskipun zhahirnya adalah keburukan bagi mereka. Musibah adalah jembatan yang akan mengantarkan kepada kebaikan-kebaikan dan kebahagiaan-kebahagiaan apabila seseorang
hamba melewatinya dengan bersandar pada senjata kesabaran dan keimanan.
Spesifikasi :
Penulis Amir Muhammad Amir Al-Hilali, Penerbit Darul Haq
Judul: Menghadapi Ujian & Cobaan Hidup dalam Bimbingan al-Qur’an dan as-Sunnah Penulis: Amir Muhammad Amir al-Hilali Ukuran: 14, 5 x 20,5 cm Jumlah Hlm.: xii + 220 hlm.
Shahih At Targhib wa At Tarhib 1 Set 6 Jilid HC Darul Haq
"Buku Shahih At-Targhib wa At-Tarhib 6 Jilid ini mengumpulkan hadits-hadits tentang janji pahala dan ancaman Allah dalam pemasalahan aqidah, ibadah akhlaq dan muamalah sehari-hari. Sajian yang lengkap, penting dan ilmiah ini akan menjadikan anda semakin mudah dalam mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan mengerjakan amalan-amalan yang diperintahkan dan dianjurkan serta menjauhi amalan-amalan yang dilarang dan diancam dosa padanya.
Mudah-mudahan kita semua diberikan taufiq untuk senantiasa meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan kepada Allah. Tentunya dengan berbekal ilmu tentang perintah, larangan, anjuran dan peringatan serta mengamalkan ilmu tersebut. Selamat menikmati pembahasan yang menarik dari buku Shahih At-Targhib wa At-Tarhib 6 Jilid ini.
Fitur Utama dan Manfaat :
-Berdasarkan Al-Qur'an dan Sunnah
-Peningkatan Kualitas Iman
-Pembersihan dari Penyakit-penyakit Hati
-Peningkatan Akhlak dan Perilaku
-Ketenangan dan Kedamaian Batin
-Pembentukan Kepribadian yang Kuat
-Peningkatan Kualitas Ibadah
Spesifikasi :
Judul : Shahih At-Targhib wa At-Tarhib
Penulis : Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani
Penerbit : Darul Haq
Ukuran : 16 x 24.5 cm
Jenis Cover : Hard Cover
Tebal : 1set berisi 6 jilid buku
Berat : 5400 gr
Catatan Khusus :
Semangat ibadah seorang muslim akan tumbuh dan semakin membara jika diberitahukan janji pahala dan indahnya balasan dari amal ibadahnya tersebut. Dan rasa takut untuk bermaksiat kepada Allah juga akan semakin kuat jika dia mengetahui ancaman dan dosa dari larangan Allah dan RasulNya tersebut. Maka mempelajari tentang keduanya seperti yang terdapat di buku Shahih At-Targhib wa At-Tarhib 6 Jilid ini selayaknya menjadi prioritas bagi setiap muslim.
Imam al-Hafizh al-Mundziri, seorang ulama besar ahli hadits adalah yang mengumpulkan hadits-hadits Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam tentang Targhib (anjuran, motivasi, janji pahala/surga) dan Tarhib (ancaman, peringatan, akibat buruk, janji dosa/neraka) dalam permasalahan agama. Dan ternyata beliau menulisnya dengan hanya bersandarkan pada hafalan beliau semata. Namun tidak semua hadits yang dicantumkan oleh Al-Mundziri dalam kitabnya tersebut, berderajat shahih.
Oleh karena itu, Imam ahli hadits abad ini, Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah memilih hadits-hadits yang shahih dan hasan kemudian meletakkannya menjadi kitab tersendiri yang diberi judul Shahih At-Targhib Wa At-Tarhib. Sedangkan hadits-hadits yang dha’if dan lebih parah dari itu beliau letakkan dalam kitab tersendiri, Dha’if at-Targhib Wa at-Tarhib. Semua hadits yang termuat di dalam buku Shahih At-Targhib wa At-Tarhib 6 Jilid telah melalui seleksi yang ketat dan komprehensif.