"Pernahkah Anda berbekam, sebuah cara pengobatan yang di kenal sepanjang masa. Di timur dan di baratnya, apalagi di Indonesia, bisa dikatakan booming lagi menjamur di mana-mana. Mulai dari yang (maaf) mal praktik hingga yang betulan steril. Ada yang pasang tarif seikhlasnya (iklannya juga terpampang di mana saja) hingga yang membuat tarif untuk sekedar bea administrasi ganti alat-alat sekali pakai (alkohol, tisu, minyak oles, dan semacamnya). Yang jelas fenomena bekam di Indonesia sangat unik, karena ternyata, ada silang pendapat juga antar sesama pembekam (terkait metode praktik di lapangan).
Penulis : dr. Wadda’ A. Umar
Penerbit : Al Qowam
Tebal : 258 Halaman (Soft Cover)
Ukuran : 14.3 x 20.5 cm
Berat : 0.31 Kg
Anjuran Berbekam
Terdapat beberapa hadits yang menyebutkan di antaranya,
“Sesungguhnya cara pengubatan paling ideal yang kalian pergunakan adalah hijamah (bekam).” (Muttafaq ‘alaihi, Shahih Bukhari (no. 2280) dan Shahih Muslim (no. 2214)
“Sebaik-baik pengobatan yang kalian lakukan adalah al-hijamah.” (HR. Ahmad, shahih).
Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya pada bekam itu terkandung kesembuhan.” (KitabMukhtashar Muslim (no. 1480), Shahihul Jaami’ (no. 2128) dan Silsilah al-Hadiits ash-Shahiihah (no. 864), karya Imam al-Albani)
Dari Ashim bin Umar bin Qatadah , dia memberitahukan bahawa Jabir bin Abdullah pernah menjenguk al-Muqni’ , dia bercerita: “Aku tidak sembuh sehingga aku berbekam, karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah bersabda: ‘Sesungguhnya di dalamnya terkandung kesembuhan’.” (HR. Ahmad, Bukhari, Muslim, Abu Ya’la, al-Hakim, dan al-Baihaqi) (@bekam bajet kuantan)
Bekam Mubah Or Sunnah?
Berkata Syaikh Abdul Muhsin al-Badr, “Terdapat hadits yang berkaitan dengan madu dan bekam, demikian juga kay. Padanya terdapat kesembuhan dengan izin Allah ‘Azza wa Jalla. Ini adalah petunjuk untuk berbekam bagi mereka yang menginginkan kesembuhan. Akan tetapi tidak kita katakan bahwa bekam itu sunnah. Karena manusia berbekam (untuk kesegaran) walapun tidak membutuhkan bekam (ketika sakit), maka ini termasuk pengobatan.” (muslimafiyah.com)
Bagaimana Dengan Upah Bekam?
Berkata Syaikh Ibnu Utsaimain, “Tidak mengapa (boleh-boleh saja) memberi upah pada tukang bekam. Sebagaimana dikatakan oleh Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, “Sesungguhnya upah tukang bekam tidaklah haram. Seandainya upah tersebut haram, tentu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak akan memberikan upah tersebut pada tukang bekam.”
Benarlah Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma. Akan tetapi ingatlah bahwa upah bekam disebut khabits (jelek). Sudah selayaknya tukang bekam tidak meminta upah karena proses bekam memberikan dharar (bahaya) pada saudaranya (dengan mengeluarkan darah). Jadi dapat kita katakan untuk upa
h bekam: Upah semacam ini adalah jelek, namun bukan haram. Apakah khabits (jelek) berarti halal? Iya. Allah Ta’ala berfirman, “Nafkahkanlah (di jalan allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang khabits (yang buruk-buruk) lalu kamu menafkahkan daripadanya.” (Surat al-Baqarah: 267)” (Liqa’at al-Bab al-Maftuh, 189/17 via rumaysho.com/232).
Memasang gelas bekam, lalu mengeluarkan darah dari kulit pasien bukan masalah sulit bagi kebanyakan orang! Tapi, bukan keahlian ini saja yang dibutuhkan oleh juru bekam. Banyak hal lain yang harus dipahami agar seseorang bisa menjadi pakar dalam terapi yang direkomendasi oleh Nabi sebagai pengobatan terbaik ini.
Buku Sembuh dengan Satu Titik, yang ada di tangan Anda merupakan referensi yang sangat menunjang keahlian terapi bekam. la mengajak Anda untuk lebih paham tentang cara membekam, metode penanganan pasien, dan bagaimana menentukan titik-titik bekam yang efektif.
Setiap jenis penyakit, secara gamblang diberikan solusi titik-titik yang seharusnya dibekam. Titik-titik bekam di bagian dada dan perut, punggung, serta kepala diuraikan beserta fungsi pengobatannya. Titik-titik bekam Nabi pun dipaparkan lengkap dengan fungsi pengobatan dan gambarnya. Yang lebih penting, melalui buku ini, dr. Wada A. Umar menjelaskan bahwa ternyata satu titik bekam, dengan izin Allah, bisa menyembuhkan penyakit.
Semoga, dengan memahami buku ini, Anda mampu mempraktikkan terapi bekam secara benar dan profesional. Anda tentu penasaran jika tidak membaca buku ini!
Dapatkan sekarang juga buku Sembuh dengan Satu Titik di Pusat Buku Sunnah.
"Buku Bekam Sunnah Nabi dan Mukjizat Medis ini menjelaskan bagaimana manfaat bekam untuk penyembuhan penyakit, seperti yang dijelaskan dalam hadist nabi dan dibuktikan dalam praktek kesehatan. Buku Bekam Sunnah Nabi dan Mukjizat Medis juga dilengkapi dengan gambar titik-titik bekam, sehingga dapat dijadikan referensi yang penting untuk mengenal lebih jauh apa dan bagaimana pengobatan bekam itu.
Semoga buku Bekam Sunnah Nabi dan Mukjizat Medis ini bisa menjadi pedoman tentang bekam, sebagai alternatif penyembuhan yang bermanfaat kaum muslimin, sekaligus juga pengobatan alternatif yang islami. Disebabkan praktek bekam ini termasuk Sunnah Al-Mushthofa shalallahu ‘alaihi wa sallam .
Penulis : Syihab al-Badry Yasin
Penerbit : Al-Qowam
Pengobatan Bekam
Dewasa ini, kaum muslimin jarang sekali yang mau mendalami dan mengamalkan ilmu kedokteran warisan Nabi yang sangat lengkap seperti yang disajikan dalam buku Bekam Sunnah Nabi dan Mukjizat Medis ini. Di antara sebagian kedokteran warisan Nabi (thibbun nabawi) yang sudah banyak dilupakan dilupakan yaitu adalah bekam (al-hijamah). Bahkan banyak di antara umat Islam yang sama sekali belum pernah mendengar istilah “bekam”, dan hal ini sangat aneh sekali. Karena bekam adalah sebuah kekayaan terpendam, mutiara tersembunyi, dan Sunnah Nabi shalallau ‘alaihi wa sallam yang , dengan izin Allah, memiliki mukjizat kesehatan yang dahsyat sebagai penyembuh dari segala macam penyakit.
Dunia kedokteran modern pun ‘terhenyak’ dengan khasiat pengobatan dengan cara bekam seperti yang diuraikan dalam buku Bekam Sunnah Nabi dan Mukjizat Medis. Metode pengobatan bekam ini terbukti memiliki daya penyembuh segala penyakit, dari penyakit ringan sampai penyakit berat, bahkan penyakit yang tergolong akut, seperti penyakit jantung, paru-paru, tumor otak, diabetes, ginjal, radang usus besar, lumpuh (stroke), kemandulan, wasir, dan lain sebagainya.
Semoga buku Bekam Sunnah Nabi dan Mukjizat Medis dapat menjadi pedoman untuk mempraktekkan bekam dan memberikan alternatif pengobatan yang murah da mudah kepada kaum muslimin.
Dapatkan sekarang juga buku Bekam Sunnah Nabi dan Mukjizat Medis di Pusat Buku Sunnah
"Buku Ruqyah, Jin, Sihir dan Terapinya Edisi Terlengkap ini merupakan karya monumental seorang ulama dan praktisi ruqyah senior dari Mesir, Syaikh Wahid Abdussalam Bali yang membahas permasalahan seputar ruqyah, jin, sihir, dan terapinya. Buku ini merupakan terjemahan dari 2 kitab tentang jin dan sihir, yaitu Wiqayatulinsani minal Jinni wasy Syaithan dan Ash-Sharim Al-Battar. Buku yang lengkap, menyeluruh dan ilmiah ini selayaknya dijadikan rujukan bagi kaum muslimin dalam memahami tentang jin, sihir, ruqyah dan terapinya.
Penulis : Syaikh Wahid Abdussalam Bali
Penerbit : Ummul Qura
Allah ta’ala berfirman, “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya telah datang kepada kalian pelajaran dari Rabb kalian, dan penyembuh bagi penyakit penyakit (yang berada) didalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Yunus: 57).
Auf bin Malik radhiallahu ‘anhu berkata, “Dahulu kami meruqyah di masa jahiliyyah. Lalu kami bertanya, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu tentang hal itu?” Beliau menjawab, ‘Tunjukkan kepadaku ruqyah-ruqyah kalian. Ruqyah-ruqyah itu tidak mengapa selama tidak mengandung syirik’.” (HR. Muslim no. 2200).
Sihir dan Perdukunan
Sihir dan perdukunan sudah tersebar di masyarakat dengan dibumbui penamaan yang menarik. Namun, hakikat sihir tetaplah sihir yang sangat diharamkan di dalam agama islam, bahkan termasuk salah satu dosa terbesar. Dalam buku Ruqyah, Jin, Sihir dan Terapinya Edisi Terlengkap ini akan dijelaskan definisi dari tukang sihir, macam-macam sihir, hingga ‘ain (pengaruh melalui tatapan mata). Termasuk bagaimana menangkal dan mengobati seseorang yang terkena berbagai sihir tersebut. Dengan izin Allah, semua gangguan sihir dan jin dapat kita hindari.
Mengimani adanya alam ghaib merupakan pokok keimanan seorang muslim. Oleh karena itu, seorang muslim wajib meyakini akan adanya dunia jin. Meski keberadaannya sulit dilihat oleh manusia, tetapi kehadiran dan campur tangannya terasa. Gangguan jin bisa diatasi dengan pebobatan ruqyah. Dalam buku Ruqyah, Jin, Sihir dan Terapinya Edisi Terlengkap ini juga, Anda akan menemukan pembahasan terapi ruqyah syar’iyyah untuk menangkal gangguan jin.
Dengan membaca buku Ruqyah, Jin, Sihir dan Terapinya Edisi Terlengkap, kita akan memahami hakikat dan seluk beluk sihir sehingga dapat menjauhinya, kita dapat mengimani dan menyikapi makhluq Allah yang bernama Jin, dan kita dapat membedakan ruqyah yang diperbolehkan dengan ruqyah yang dilarang dalam agama islam. Semuanya disajikan secara ilmiah berdasarkan dalil-dalil yang ada di dalam Al-Qur’an dan Hadits Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam. Selamat mempelajari dan mempraktikkan.
Dapatkan segera dan sekarang juga buku Ruqyah, Jin, Sihir dan Terapinya Edisi Terlengkap di Pusat Buku Sunnah.
Judul : Sembuhkanlah Penyakitmu Dengan Ruqyah Syariyyah
Penulis: Abdullah Bin Muhammad As-Sadhan
Penerbit: Darus Sunnah
Penerbit : Darus Sunnah
Ukuran : 12 x 17,5 cm
Tebal : 219 Halaman
Berat : 190gr
"Buku Sembuhkan Penyakitmu Dengan Ruqyah Syar’iyyah ini menyajikan pembahasan tentang ruqyah syar’iyyah serta dampak positifnya sebagai salah satu faktor penyebab kesembuhan untuk sekian banyak penyakit yang ada. Salah satunya adalah penyakit berupa keluhan yang timbul dari pengaruh ‘ain.
Buku Sembuhkan Penyakitmu Dengan Ruqyah Syar’iyyah ini juga menjelaskan secara gamblang kepada kita tentang cara pengobatan penyakit fisik maupun penyakit psikis dengan menggunakan Al-Qur`an dan doa-doa yang diajarkan Nabi shalallau’alaihi wasallam. Selain itu, dilengkapi dengan tata cara membentengi diri sendiri dari berbagai ujian dan bahaya melalui dzikir kepada Allah Ta’ala di setiap waktu dalam kehidupan ini.
Penyakit ‘Ain timbul dari pandangan mata yang tertuju kepada objek tertentu baik pandangan matanya dari jiwa pendengki maupun tidak. Pelaku ‘ain mengungkapkan suatu sifat (perkataan) kepada objek, tanpa menyebut nama Allah dan tidak memohon keberkahan pada-Nya. Efek ‘ain sangat besar dan akan berpengaruh jika objek sasaran tidak membentengi diri dengan bacaan dzikir dan doa sehari-hari seperti yang dijelaskan dalam buku Sembuhkan Penyakitmu Dengan Ruqyah Syar’iyyah ini.
Mudah-mudahan dengan kehadiran buku Sembuhkan Penyakitmu Dengan Ruqyah Syar’iyyah, dapat dijadikan referensi untuk mengamalkan salah satu sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, yaitu melaksanakan ruqyah syar’iyyah sebagai sarana menyembuhkan penyakit yang ada. Selain itu, dengan adanya buku Sembuhkan Penyakitmu Dengan Ruqyah Syar’iyyah, dapat menghindarkan kaum muslimin dari ruqyah yang tidak syar’i yeng termasuk dalam amalan bid’ah, bahkan sebagiannya termasuk amalan kesyirikan.
Dapatkan sekarang juga buku Sembuhkan Penyakitmu Dengan Ruqyah Syar’iyyah di Pusat Buku Sunnah
Penerbit: Pustaka Al-Kautsar Penulis: Abdul Wahab Abdussalam Thawilah
Ukuran: 16 cm x 24 cm Tebal: 640 halaman Berat: 1000gr
Hard Cover Kitab Asli: Fiqhul Ath’imah
"Buku Fiqih Kuliner ini menjelaskan tentang makanan minuman yang halal dimakan, teknik menyembelih dan perburuan hewan secara syar’i dan juga membahas etika makan dan minum. Makanan demikian penting dalam kehidupan manusia sepanjang masa sehingga dibicarakan oleh semua orang dalam berbagai kedudukannya. Sejumlah jenis makanan dianjurkan untuk dikonsumsi sedangkan sejumlah lainnya dilarang agar tidak dikonsumsi.
Semoga dengan membaca buku Fikih Kuliner yang menarik ini, kaum muslimin dapat mengambil banyak manfaat, diantaranya mengetahui halal dan haram seputar makanan dan minuman yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Dan bahwasanya tidaklah Allah mengharamkan sesuatu melainkan karena bahaya yang terkandung di dalamnya. Selain itu dijelaskan pula adab makan dan minum, sehingga kau muslimin dapat berhias dengan adab dan akhlaq yang mulia. Selamat menikmati.
Makanan mempunyai pengaruh yang dominan bagi orang yang memakannya. Makanan yang halal dan bersih akan membentuk jiwa yang suci dan jasmani yang sehat. Sedangkan makanan yang haram akan membentuk jiwa yang keji dan hewani. Urusan dapur ini juga sangatlah penting karena berhubungan dengan kebutuhan primer manusia yaitu makan dan minum seperti yang disajikan dalam buku Fikih Kuliner ini. Allah ta’ala berfirman, “Maka makanlah yang halal lagi baik dari rizki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kalian benar-benar hanya kepada-Nya menyembah.”
Pada buku Fikih Kuliner ini dijelaskan pula bahwa dengan menyebut nama Allah, binatang-binatang yang disembelih menjadi halal dan sehat untuk dimakan oleh manusia. Selain itu dijelaskan pula pembagian binatang. Binatang menjadi dua golongan utama, yaitu: yang berbentuk seperti ikan dengan beragam jenisnya dan yang tidak berbentuk seperti ikan. Adapun yang hidup di air dan juga darat (amphibi), seperti kura-kura, kodok, kepiting, dan sebagainya. Ulama sepakat mengharamkan bangkai binatang darat. Jadi, binatang darat yang sejatinya halal dimakan hanya boleh dikonsumsi jika disembelih, kecuali belalang. Dan masih banyak lagi pembahasan menarik lainnya yang sayang untuk dilewatkan begitu saja.
"Buku Pengobatan Cara Nabi yang ada di tangan pembaca ini, insya Allah akan menjawab berbagai pertanyaan seputar kesurupan jin dan semisalnya. Penulis buku Pengobatan Cara Nabi telah menjelaskan masalah ini secara gamblang, tentunya dengan mengacu sumber hukum Islam al-Qur`an dan as-Sunnah serta ucapan para ulama salaful ummah. Dengan bahasa yang mudah dimengerti, buku Pengobatan Cara Nabi menceritakan beberapa kasus gangguan jin dan setan, kemungkinan merasuknya jin ke dalam jasad manusia, sebab-sebab kesurupan serta sarana-sarana untuk membentengi diri dari gangguan setan. Secara khusus, beliau juga membahas tentang ruqyah yang sesuai dengan tuntunan al-Qur`an dan as-Sunnah.
Kesurupan jin adalah satu fenomena yang seringkali terjadi di masyarakat kita, bahkan mungkin ada di antara kita yang pernah mengalaminya.
Penulis buku Pengobatan Cara Nabi ini juga menjelaskan tentang syarat-syarat yang harus dimiliki oleh seeorang yang akan meruqyah, kemudian menyebutkan beberapa kesalahan yang sering dilakukan oleh peruqyah yang harus diluruskan bersama. Di akhir pembahasan, penulis menyertakan untaian nasihat penuh makna untuk orang yang mengobati maupun untuk orang yang diobati. Dan supaya lebih memudahkan kaum Muslimin melakukan ruqyah, penerbit menyertakan dalam buku Pengobatan Cara Nabi ini, panduan praktis ruqyah yang disyariatkan.
Mudah-mudahan Allah ta’ala menyelamatkan kita dari gangguan jin dan setan. Hanya Allah Pelindung kita, dan hanya kepadaNya-lah orang-orang yang beriman bertawakal.
Dapatkan sekarang juga buku Pengobatan Cara Nabi di Pusat Buku Sunnah
"Buku Panduan Pengobatan Islami ini dijadikan referensi penting bagi para pencari kesembuhan dan para praktisi medis dalam menjalankan proses pengobatan agar upaya menghadirkan kesembuhan tersebut masih dalam kerangka nilai-nilai ilahi.
Selain mengutip ragam praktik pengobatan klasik Islami yang banyak digunakan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, para pengobat, dan masyarakat muslim di masa lampau, buku Panduan Pengobatan Islami ini juga memaparkan tinjauan dan petunjuk atas praktik pengobatan modern yang berkembang saat ini.
Penulis : Yusuf Al-Hajj Ahmad
Penerbit : Aqwam
format buku hardcover
tebal buku 336 halaman
ukuran buku 15 x 23 cm
Allah ta’ala berfirman, “Dan jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.” (QS. Al An’am : 17).
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam pernah bersabda, ”Setiap penyakit ada obatnya. Apabila obat tersebut sesuai dengan penyakitnya, maka akan sembuh dengan izin Allah Ta’ala“. (HR. Muslim).
Thibun Nabawi
Lantas bagaimanakah pengobatan yang sesuai dengan tuntunan Islam?
Bolehkah berobat dengan peralatan dan tekhnologi modern?
Obat dan jenis apa saja yang boleh dan tidak boleh digunakan?
Bagaimanakah adab-adab berobat dan mengobati dalam Islam?
Sebagian kalangan beranggapan bahwa sakit itu bagian dari takdir, sehingga tak perlu diobati. Namun nyatanya, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam sendiri memberi contoh dengan berobat kala sakit. Beliau Shallallahu Alaihi wa Sallam juga mengajarkan pada umatnya untuk berobat dengan cara terbaik dan tidak melanggar ketentuan ilahi. Ini semata , agar berobat tetap bernilai ibadah.
Dengan membaca buku Panduan Pengobatan Islami, insya Allah akan menjadi sebentuk ikhtiar kita untuk tetap terjaga sehat atau memperoleh kesembuhan. Ikhtiar sehat tentu dilakukan dalam rangka menjaga keistiqomahan & kenikmatan menjalankan ibadah kepada sang khaliq. Selamat membaca.